Kategori
SEO

Membuat Halaman atau Riset Kata Kunci Dulu?

Semakin Anda memasuki dunia SEO, semakin mungkin pertanyaan ini muncul di pikiran Anda. Pertanyaan ini seringkali muncul ketika Anda sedang membuat target SEO atau sedang memikirkan website Anda dari sudut pandang SEO.

Jawaban singkatnya adalah tergantung dari target Anda.

Tidak ada yang salah jika Anda ingin memulai yang mana lebih dahulu. Hal yang akan saya tanyakan pada Anda adalah “Apa yang ingin Anda capai di website Anda?”.

Untuk itu saya akan menjelaskannya dalam dua bagian agar lebih mudah dimengerti untuk masing-masing argumennya:

  1. Membuat halaman dulu, lalu riset kata kunci
  2. Riset kata kunci, lalu membuat halaman

*klik untuk langsung menuju bagian jawaban

1. Membuat halaman dulu, lalu riset kata kunci

Jika Anda ingin fokus pada nilai yang bisa Anda berikan, Anda wajib melakukan optimasi melalui pendekatan ini.

Dengan membuat halaman terlebih dahulu lalu melakukan riset kata kunci setelahnya, maka Anda membuat keputusan untuk lebih berfokus pada pembuatan halaman yang sesuai dengan tujuan utama website Anda dibuat. Traffic berkualitas akan datang seiring dengan berjalannya waktu dan juga optimasi Anda.

Melalui pendekatan ini, Anda tidak perlu memikirkan kata kunci harus ditaruh dimana saja, jumlahnya berapa kali, dsb. Anda akan lebih fokus pada pembuatan konten & bagaimana website Anda bisa memberikan jawaban dan pengalaman terbaik bagi target-user Anda.

Google itu cerdas. Dia memahami arti dari setiap kalimat dengan kemampuan sistem syntax dan linguistiknya. Tidak ada yang perlu terlalu dipusingkan dengan hal ini.

Hal ini juga yang membuat Anda semakin jarang masuk ke website yang menggunakan teknik word-spinner dari halaman hasil pencarian (SERP) Google.

Halaman ini adalah contohnya. Saya tidak melakukan riset dulu. Tapi saya coba pikir pertanyaan apa saja yang kira-kira ada di dalam benak para praktisi SEO. Saya membuat halaman ini dimulai dari hanya teks dulu. Lalu saya tambahkan hal-hal pendukung lainnya sedikit demi sedikit. Oleh sebab itu, saya cukup yakin halaman ini hanya ditemukan oleh para praktisi SEO. Seperti yang saya sebutkan di kalimat pembuka di halaman ini.

Jadi, pendekatan ini lebih berfokus pada kualitas halaman yang dibuat dan akan mendatangkan traffic yang berkualitas ke dalam website Anda seiring berjalannya waktu.

2. Riset kata kunci, lalu membuat halaman

Pendekatan ini biasanya dilakukan apabila kuantitas traffic adalah target Anda.

Stt! Ada banyak website besar yang melakukan hal ini.

Hans Christian Ferdinand

Target dari seorang SEO di dalam sebuah organisasi adalah traffic, traffic, dan traffic. Hampir semuanya diukur dalam bentuk kuantitas / angka. Kualitas penting namun yang selalu ada di dalam benak adalah itu bisa dioptimasi nanti / belakangan.

Tujuan utama dari melakukan riset kata kunci adalah untuk menemukan dan memilih kata kunci yang memiliki jumlah pencarian (search volume) yang tinggi. Lalu kata kunci tersebut akan dibuatkan halamannya.

Maka dari itu, sangatlah penting bagi pendekatan ini untuk memiliki halaman / landing page untuk semua kata kunci yang ditarget. Pendekatan ini seakan mengatakan “Apapun yang kalian cari, kami memilikinya!”

Kata kunci yang memiliki jumlah pencarian rendah biasanya diabaikan saja atau dimasuk(-masuk)kan ke dalam halaman yang dibuat untuk kata kunci yang lebih besar. Atau jika ada resource, kata kunci seperti ini dibuatkan halaman khususnya juga.

Jadi proses kerjanya adalah kita mencari dulu kata kunci apa yang ingin kita target, lalu bandingkan jumlah pencarian per bulannya. Setelah memilih kata kunci, kita mulai untuk membuat halaman dengan judul halaman sesuai kata kunci tersebut, tulisan/gambar/video dengan kata kunci tersebut dan lain-lainnya.

Salah satu contohnya adalah halaman penjualan Air Conditioner di Tokopedia.

Jika Anda melakukan riset untuk kata kunci ini, akan ada dua variasi kata kunci dengan jumlah pencarian yang tinggi. Kata kunci yang pertama adalah Air Conditioner dan yang kedua adalah singkatannya, AC.

Berikut adalah contoh halaman beserta kata kunci yang ditarget:

  1. Kata kunci yang di target: Air Conditioner
    tokopedia.com/hot/air-conditioner
  2. Kata kunci yang di target: AC
    tokopedia.com/p/elektronik/alat-pendingin-ruangan/air-conditioner

Untuk mendapatkan audiens dengan dua kata kunci yang berbeda tersebut, maka dibutuhkan dua halaman yang berbeda.

Pendekatan ini biasanya sangat business-oriented atau ada quick action yang bisa dilakukan di dalam halamannya. Semakin banyak yang masuk, semakin besar probabilitas convert-nya. Hei! Siapa yang tidak mau untung?

Mana yang lebih baik?

Tidak ada jawaban untuk hal ini. Jika Anda memaksa, maka akan saya jawab: kedua-duanya. Pilihannya akan sangat bergantung dari apa yang menjadi tujuan Anda.

Satu hal yang bisa saya tekankan adalah tidak masalah dari mana Anda memulainya, namun pastikan bahwa Anda menyeimbangkan antara kualitas halaman yang dibuat dengan kata kunci yang di target.

Kategori
SEO

Mengapa Kita Butuh SEO?

Manusia itu Mencari

Ferdinand Magellan membuktikan bahwa bumi itu bulat, Cristopher Colombus menemukan benua baru, Yuri Gagarin pergi ke luar angkasa, dan New Horizons terbang sampai ke orbit Pluto.

Manusia pada dasarnya memiliki hakikat untuk terus melakukan pencarian. Baik untuk hal besar seperti eksplorasi, penelitian, atau kebutuhan akan informasi.

Tidak terkecuali dalam berbagai hal kecil juga.

Kita membutuhkan jawaban untuk banyak pertanyaan di dalam kehidupan kita. Mulai dari harga handphone sekitar 2 juta-an, cara memasak opor ayam (yummy!), obat sakit maag, cara menjadi pasangan yang baik, pilihan rumah yang murah untuk investasi, tempat wisata yang seru di Bandung, sampai cara menjadi vlog terkenal.

Mesin pencari, khususnya Google, menjadi tempat kita mencari jawaban untuk berbagai macam pertanyaan kita.

Dengan berkembangnya teknologi dan kemudahan kita menuju akses ke mesin pencari membuat perkembangan manusia menjadi sangat tidak terbatas.

Google GIF - Find & Share on GIPHY

Manusia pun menjadi lebih kreatif karena bisa menemukan banyak hal. Dan kreatifitas membuat manusia menciptakan hal-hal baru yang menciptakan banyak pertanyaan baru. Eksponensial!

Di sisi lain, hal ini menjadi peluang bagi para pebisnis. Setiap hal bisa menjadi peluang bisnis karena begitu banyaknya yang dicari manusia. Sampai mana batasnya? Saya pun tidak tahu.

Oleh sebab itu peluang kita di dunia digital ditemukan melalui mesin pencari bisa dimanfaatkan dengan baik.

Pentingnya SEO

Google, perusahaan mesin pencari yang paling banyak digunakan sampai saat ini, mempunyai aturan dan standar agar halaman website kita dijadikan rujukan teratas oleh mereka.

SEO bukan rocket science. Anda bisa melakukan SEO sendiri.

Sebenarnya secara fundamental, aturan Google sangatlah sederhana. Namun menjadi agak rumit ketika dikerjakan. Alasan dibalik dibuatnya aturan-aturan ini diciptakan adalah agar seluruh website di dunia memiliki standar secara teknis dan dapat memberikan pengalaman dan manfaat yang terbaik bagi penggunanya.

Oleh sebab itu, kita membutuhkan bantuan SEO profesional untuk melakukan hal ini agar website kita dapat dengan mudah ditemukan dan dibaca oleh Google dan terlebih lagi manusia.

Bagian di dalam SEO

Jika dibagi ke dalam tiga hal, maka secara singkat hal yang dilakukan SEO adalah menjaga dan mengoptimalkan kesehatan website (Technical SEO), membuat pengalaman pengguna yang baik (On-page SEO), dan juga memperkenalkan situs/brand Anda ke target pasar (Off-page SEO).

Jika Anda melakukan ketiga hal itu dengan baik, dapat dipastikan halaman situs memiliki peluang yang sangat besar untuk ditemukan oleh target-user Anda.

Kebutuhan akan SEO

SEO tentunya menjadi bagian tak terpisahkan dari visibilitas kita di dunia digital. Saat ini, hampir seluruh pertanyaan manusia di ajukan pertama kali ke Google melalui gadget yang dimiliki.

SEO akan menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan manusia.

Hal yang Anda butuhkan untuk melakukan SEO adalah waktu untuk belajar dan sedikit kemampuan teknikal, linguistik, dan juga UX. Anda bisa melakukannya sendiri. Percayalah.

Namun, jika Anda tidak memiliki waktu untuk memulai dari awal, memakai jasa SEO profesional akan menjadi pilihan yang bijak. Anda bisa menginvestasikan waktu Anda untuk keperluan lainnya.

Lalu, bagaimana cara memilih jasa SEO profesional yang baik?

Akan saya jawab pertanyaan ini di artikel yang lain ya.

Selamat mengoptimasi! Pasti bisa.

Kategori
SEO

Pengertian SYNTAX & Perannya di Dalam SEO

Syntax merupakan ilmu bahasa (linguistik) yang mempelajari tentang aturan dan prinsip tentang bagaimana bagian-bagian dalam sebuah kalimat dapat membentuk sebuah kalimat yang memiliki arti yang dapat dimengerti.

Di dalam SEO saat ini, syntax memiliki peran yang sangat krusial yaitu agar kalimat tersebut dapat dimengerti dengan baik oleh mesin pencari. Hal ini sangatlah penting karena membuat konten yang baik merupakan salah satu bagian penting di dalam dasar-dasar SEO. Namun di sisi lain, kreatifitas Anda dalam menulis tidak lagi terbatas.

Syntax Secara Singkat

Meskipun namanya yang terasa aneh dan mungkin kurang familiar, syntax bukanlah hal yang menakutkan untuk dipelajari. Saya akan menjelaskan Syntax dari sisi SEO. Apabila Anda tertarik dengan syntax secara mendalam dari sisi bahasa, mungkin Anda dapat membaca artikel ini.

Secara perumpaan, maka syntax adalah aturan, prinsip atau sistem berpikir kita yang membantu kita mempelajari mengapa kita dapat mengerti bahwa tembok 4 x 4 meter yang di pasangi pintu, jendela, dan atap adalah sebuah tempat yang dapat di tinggali & dapat disebut juga sebagai rumah.

Part of Speech – Kelas Kata

Apa saja bagian terkecil yang menjadi bagian dari rumah tersebut? Ada tembok, pintu, jendela, dan atap. Dalam sebuah kalimat, maka bagian terkecil tersebut dapat kita sebut sebagai kata. Setiap kata memiliki jenisnya masing-masing yang dapat disebut juga sebagai Part of Speech atau Kelas Kata.

Mari kita gunakan kalimat ini sebagai contoh: Saya selalu menggunakan baju merah untuk bekerja di hari Jumat.

Jika dipisahkan satu-per-satu, maka kata-kata yang ada di dalam kalimat tersebut adalah: saya, selalu, menggunakan, baju, merah, untuk, bekerja, di, hari, Jumat. Kata-kata tersebut memiliki kelas katanya masing-masing.

Berikut adalah contoh Part of Speech atau kelas kata untuk kata yang ada di dalam kalimat tersebut:

  • saya = kata ganti (pronomina)
  • menggunakan = kata kerja (intransitif)
  • baju = kata benda
  • merah = kata sifat

Dependency – Ketergantungan

Kembali ke perumpaan rumah. Mari kita lakukan sedikit percobaan.

  1. Apabila kita menggabungkan tembok dengan pintu, maka kita akan mengerti bahwa ini merupakan bagian depan sebuah bangunan.
  2. Apabila kita menggabungkan tembok dengan jendela, maka kita dapat mengerti bahwa ini merupakan bagian samping dari sebuah bangunan.
  3. Apabila kita menggabungkan tembok dengan atap, maka kita dapat mengerti bahwa ini adalah bagian atas dari sebuah bangunan.
  4. Jika digabungkan semuanya, maka dapat kita temukan bahwa ini adalah sebuah rumah.

Jika melihat dari ketiga hal tersebut, maka kita dapat menemukan bahwa rumah tersebut sangatlah bergantung pada temboknya. Tanpa tembok yang menyatukan, maka setiap bagian bangunan dari nomor 1 – 3 tidak akan pernah menjadi rumah meskipun ketiga bagian tersebut dapat berdiri sendiri dan menjadi jenisnya sendiri.

Bagian dari 1 - 3 tersebut dapat kita sebut sebagai Phrase atau frasa. Phrase merupakan bagian yang lebih tinggi dari kata. Phrase merupakan bagian yang dapat kita mengerti, namun bukan sebuah kalimat utuh.

Kembali ke kalimat contoh: Saya selalu menggunakan baju merah untuk bekerja di hari Jumat.

Kalimat tersebut memiliki ketergantungan pada kata menggunakan. Mengapa pada kata menggunakan?

Secara sederhana, kalimat tersebut tidak akan memiliki arti yang tepat atau yang serupa dengan pengertian kalimat aslinya apabila kata tersebut dibuang atau diganti. Kebanyakan kata dependency memiliki kelas kata kerja, namun tidak selalu. Mungkin saya akan membahas lebih lengkapnya di artikel yang lain atau mungkin Anda bisa mulai membacanya di artikel ini.

Bagian lain dalam Syntax di SEO

Di dalam syntax yang digunakan untuk SEO, terdapat beberapa bagian lainnya seperti Morphology, dll. Namun tidak akan saya bahas di artikel ini secara mendetil.

Relasi Syntax dengan SEO

SEO pada saat ini tidaklah lagi seperti SEO jaman dulu yang berfokus pada volume pengulangan kata. Paradigma ini tentu sudah sangat ketinggalan dan benar-benar keliru.

Mesin pencari seperti Google sudah berada pada tahap yang lebih baik yaitu sebuah mesin pencari yang mengerti arti dari kata, frasa, kalimat, paragraf, dan juga bahkan mengerti arti dari satu artikel secara total atau penuh.

Perkembangan ini memungkinkan Anda untuk dapat mengoptimasi sebuah kata kunci bahkan tanpa menyebutkannya sekalipun dalam artikel atau konten Anda. Hal ini dapat terjadi asalkan Google dapat mengerti dengan jelas arti dari konten yang Anda tulis (atau ucapkan) dan dapat menemukan arti sebenarnya atau arti dibaliknya.

Mengerti syntax dalam pengerjaan SEO tentunya akan membuat pengerjaan SEO Anda tidaklah monoton. Anda dapat membuat konten yang lebih kreatif dan tidak terpaku pada suatu kata tertentu.

Perkembangan Bisnis Mesin Pencari

Google terus mengembangkan sistem dari mesin pencari yang dapat memuaskan para penggunanya. Bisa Anda bayangkan bagaimana jika Google semakin memberikan hasil yang tidak akurat kepada para pencarinya. Memberikan konten yang hanya banyak pengulangan kata, konten yang tidak memberikan hasil sesuai yang ada di dalam pikiran penggunanya. Bisa saja penggunanya akan beralih ke mesin pencari lain seperti Bing, Yandex, dll. Tidak ada yang abadi dalam bisnis. Perusahaan sebesar Google pun, jika tidak berkembang, bukan tidak mungkin untuk ditinggalkan.

Sebagai mesin pencari yang paling banyak digunakan, Google tentu tidak ingin hasil pencarian yang buruk berdampak tidak baik pada bisnisnya. Maka menanamkan syntax pada Machine Learning dari mesin pencari akan menjadi jawaban konkrit dari bisnis ini.

Machine Learning mengubah Paradigma SEO Selamanya – Dia bahkan memiliki pengertian akan SYNTAX!

Seperti yang mungkin sudah Anda tahu, Google kini menempatkan AI dan Machine Learning pada porsi pengerjaan sistem pencarinya. Hasil yang disuguhkan kini menjadi lebih akurat dan berakibat pada meningkatnya tingkat kepuasan dari para penggunanya.

Untuk menghasilkan hasil yang akurat, maka mesin pencari haruslah memiliki pengetahuan syntax yang merupakan sistem berpikir tentang cara mengerti arti dari sebuah kalimat.

Namun lebih dari itu, Google juga dapat mengerti sentimen positif/negatif dari sebuah konten dan memasukannya ke dalam kelas-kelas kategori yang ada di dalam database Google.

Mencoba Machine Learning Google

Machine Learning Google yang dapat mengerti konten Anda ini dapat Anda akses dan coba secara GRATIS. Machine Learning ini dinamai oleh Google dengan sebutan Cloud Natural Language.

Cloud Natural Language memiliki sistem berpikir yang dapat mempertimbangkan apa isi dari konten Anda. Dengan dibukanya akses ini untuk publik, maka Anda dapat dengan mudah meng-audit konten Anda dan menemukan arti dari konten Anda dari sisi mesin pencari.

Dengan begitu Anda dapat melakukan cek ulang, apakah artikel Anda sudah dapat dimengerti mesin pencari sesuai dengan tujuan yang Anda mau, atau belum?

Kemudahan ini tentunya akan membantu Anda untuk mendapatkan rank yang lebih baik dan pada kategori kata kunci yang lebih tepat untuk konten Anda. Mengapa? Sebab mesin pencari sudah dapat mengerti konten Anda dengan baik dan benar.

Lalu Mengapa Syntax Menjadi teramat penting?

Dengan adanya syntax di dalam proses berpikir mesin pencari, maka Anda diharuskan untuk menuliskan konten dengan kaidah bahasa yang baik & benar.

Jadi terasa kaku?

Tentu tidak! Sebab di sisi lain Anda bisa menulis dengan lebih kreatif sebab mesin pencari tetap akan mengerti konten Anda dengan segala bentuk kreativitas Anda.

Bagaimana dengan Typo? Saya akan menjelaskan hal ini di artikel lainnya.

Sampai penulisan artikel ini, bahasa yang dimengerti oleh Cloud Natural Language baru hanya beberapa bahasa saja. (List bahasa bisa dilihat di sini). Namun bukan berarti Cloud Natural Language tidak mengerti konten-konten ber-Bahasa Indonesia. Mengapa bisa begitu? Saya akan membahasnya langsung di dalam SEO Confrence Indonesia yang pertama.

Bagaimana Cara Mengalahkan AI Google?

Tidak ada AI Google yang perlu dikalahkan atau ditaklukan. Dan perlu Anda ketahui, AI dan Machine Learning merupakan dua hal yang berbeda.

AI dan Machine Learning justru membuka peluang baru dimana para penulis yang kreatif memilik peluang yang jauh lebih besar untuk mendapatkan organic traffic dari SEO.

Selamat meng-optimasi dengan paradigma yang baru!