Pengertian SYNTAX & Perannya di Dalam SEO

Pengertian SYNTAX & Perannya di Dalam SEO

Syntax merupakan ilmu bahasa (linguistik) yang mempelajari tentang aturan dan prinsip tentang bagaimana bagian-bagian dalam sebuah kalimat dapat membentuk sebuah kalimat yang memiliki arti yang dapat dimengerti.

Di dalam SEO saat ini, syntax memiliki peran yang sangat krusial yaitu agar kalimat tersebut dapat dimengerti dengan baik oleh mesin pencari. Hal ini sangatlah penting agar apa yang Anda tulis dapat dimengerti dengan baik oleh mesin pencari. Namun di sisi lain, kreatifitas Anda dalam menulis tidak lagi terbatas.

Syntax Secara Singkat

Meskipun namanya yang terasa aneh dan mungkin kurang familiar, syntax bukanlah hal yang menakutkan untuk dipelajari. Saya akan menjelaskan Syntax dari sisi SEO. Apabila Anda tertarik dengan syntax secara mendalam dari sisi bahasa, mungkin Anda dapat membaca artikel ini.

Secara perumpaan, maka syntax adalah aturan, prinsip atau sistem berpikir kita yang membantu kita mempelajari mengapa kita dapat mengerti bahwa tembok 4 x 4 meter yang di pasangi pintu, jendela, dan atap adalah sebuah tempat yang dapat di tinggali & dapat disebut juga sebagai rumah.

Part of Speech – Kelas Kata

Apa saja bagian terkecil yang menjadi bagian dari rumah tersebut? Ada tembok, pintu, jendela, dan atap. Dalam sebuah kalimat, maka bagian terkecil tersebut dapat kita sebut sebagai kata. Setiap kata memiliki jenisnya masing-masing yang dapat disebut juga sebagai Part of Speech atau Kelas Kata.

Mari kita gunakan kalimat ini sebagai contoh: Saya selalu menggunakan baju merah untuk bekerja di hari Jumat.

Jika dipisahkan satu-per-satu, maka kata-kata yang ada di dalam kalimat tersebut adalah: saya, selalu, menggunakan, baju, merah, untuk, bekerja, di, hari, Jumat. Kata-kata tersebut memiliki kelas katanya masing-masing.

Berikut adalah contoh Part of Speech atau kelas kata untuk kata yang ada di dalam kalimat tersebut:

  • saya = kata ganti (pronomina)
  • menggunakan = kata kerja (intransitif)
  • baju = kata benda
  • merah = kata sifat

Dependency – Ketergantungan

Kembali ke perumpaan rumah. Mari kita lakukan sedikit percobaan.

  1. Apabila kita menggabungkan tembok dengan pintu, maka kita akan mengerti bahwa ini merupakan bagian depan sebuah bangunan.
  2. Apabila kita menggabungkan tembok dengan jendela, maka kita dapat mengerti bahwa ini merupakan bagian samping dari sebuah bangunan.
  3. Apabila kita menggabungkan tembok dengan atap, maka kita dapat mengerti bahwa ini adalah bagian atas dari sebuah bangunan.
  4. Jika digabungkan semuanya, maka dapat kita temukan bahwa ini adalah sebuah rumah.

Jika melihat dari ketiga hal tersebut, maka kita dapat menemukan bahwa rumah tersebut sangatlah bergantung pada temboknya. Tanpa tembok yang menyatukan, maka setiap bagian bangunan dari nomor 1 – 3 tidak akan pernah menjadi rumah meskipun ketiga bagian tersebut dapat berdiri sendiri dan menjadi jenisnya sendiri.

Bagian dari 1 - 3 tersebut dapat kita sebut sebagai Phrase atau frasa. Phrase merupakan bagian yang lebih tinggi dari kata. Phrase merupakan bagian yang dapat kita mengerti, namun bukan sebuah kalimat utuh.

Kembali ke kalimat contoh: Saya selalu menggunakan baju merah untuk bekerja di hari Jumat.

Kalimat tersebut memiliki ketergantungan pada kata menggunakan. Mengapa pada kata menggunakan?

Secara sederhana, kalimat tersebut tidak akan memiliki arti yang tepat atau yang serupa dengan pengertian kalimat aslinya apabila kata tersebut dibuang atau diganti. Kebanyakan kata dependency memiliki kelas kata kerja, namun tidak selalu. Mungkin saya akan membahas lebih lengkapnya di artikel yang lain atau mungkin Anda bisa mulai membacanya di artikel ini.

Bagian lain dalam Syntax di SEO

Di dalam syntax yang digunakan untuk SEO, terdapat beberapa bagian lainnya seperti Morphology, dll. Namun tidak akan saya bahas di artikel ini secara mendetil.

Relasi Syntax dengan SEO

SEO pada saat ini tidaklah lagi seperti SEO jaman dulu yang berfokus pada volume pengulangan kata. Paradigma ini tentu sudah sangat ketinggalan dan benar-benar keliru.

Mesin pencari seperti Google sudah berada pada tahap yang lebih baik yaitu sebuah mesin pencari yang mengerti arti dari kata, frasa, kalimat, paragraf, dan juga bahkan mengerti arti dari satu artikel secara total atau penuh.

Perkembangan ini memungkinkan Anda untuk dapat mengoptimasi sebuah kata kunci bahkan tanpa menyebutkannya sekalipun dalam artikel atau konten Anda. Hal ini dapat terjadi asalkan Google dapat mengerti dengan jelas arti dari konten yang Anda tulis (atau ucapkan) dan dapat menemukan arti sebenarnya atau arti dibaliknya.

Mengerti syntax dalam pengerjaan SEO tentunya akan membuat pengerjaan SEO Anda tidaklah monoton. Anda dapat membuat konten yang lebih kreatif dan tidak terpaku pada suatu kata tertentu.

Perkembangan Bisnis Mesin Pencari

Google terus mengembangkan sistem dari mesin pencari yang dapat memuaskan para penggunanya. Bisa Anda bayangkan bagaimana jika Google semakin memberikan hasil yang tidak akurat kepada para pencarinya. Memberikan konten yang hanya banyak pengulangan kata, konten yang tidak memberikan hasil sesuai yang ada di dalam pikiran penggunanya. Bisa saja penggunanya akan beralih ke mesin pencari lain seperti Bing, Yandex, dll. Tidak ada yang abadi dalam bisnis. Perusahaan sebesar Google pun, jika tidak berkembang, bukan tidak mungkin untuk ditinggalkan.

Sebagai mesin pencari yang paling banyak digunakan, Google tentu tidak ingin hasil pencarian yang buruk berdampak tidak baik pada bisnisnya. Maka menanamkan syntax pada Machine Learning dari mesin pencari akan menjadi jawaban konkrit dari bisnis ini.

Machine Learning mengubah Paradigma SEO Selamanya – Dia bahkan memiliki pengertian akan SYNTAX!

Seperti yang mungkin sudah Anda tahu, Google kini menempatkan AI dan Machine Learning pada porsi pengerjaan sistem pencarinya. Hasil yang disuguhkan kini menjadi lebih akurat dan berakibat pada meningkatnya tingkat kepuasan dari para penggunanya.

Untuk menghasilkan hasil yang akurat, maka mesin pencari haruslah memiliki pengetahuan syntax yang merupakan sistem berpikir tentang cara mengerti arti dari sebuah kalimat.

Namun lebih dari itu, Google juga dapat mengerti sentimen positif/negatif dari sebuah konten dan memasukannya ke dalam kelas-kelas kategori yang ada di dalam database Google.

Mencoba Machine Learning Google

Machine Learning Google yang dapat mengerti konten Anda ini dapat Anda akses dan coba secara GRATIS. Machine Learning ini dinamai oleh Google dengan sebutan Cloud Natural Language.

Cloud Natural Language memiliki sistem berpikir yang dapat mempertimbangkan apa isi dari konten Anda. Dengan dibukanya akses ini untuk publik, maka Anda dapat dengan mudah meng-audit konten Anda dan menemukan arti dari konten Anda dari sisi mesin pencari.

Dengan begitu Anda dapat melakukan cek ulang, apakah artikel Anda sudah dapat dimengerti mesin pencari sesuai dengan tujuan yang Anda mau, atau belum?

Kemudahan ini tentunya akan membantu Anda untuk mendapatkan rank yang lebih baik dan pada kategori kata kunci yang lebih tepat untuk konten Anda. Mengapa? Sebab mesin pencari sudah dapat mengerti konten Anda dengan baik dan benar.

Lalu Mengapa Syntax Menjadi teramat penting?

Dengan adanya syntax di dalam proses berpikir mesin pencari, maka Anda diharuskan untuk menuliskan konten dengan kaidah bahasa yang baik & benar.

Jadi terasa kaku?

Tentu tidak! Sebab di sisi lain Anda bisa menulis dengan lebih kreatif sebab mesin pencari tetap akan mengerti konten Anda dengan segala bentuk kreativitas Anda.

Bagaimana dengan Typo? Saya akan menjelaskan hal ini di artikel lainnya.

Sampai penulisan artikel ini, bahasa yang dimengerti oleh Cloud Natural Language baru hanya beberapa bahasa saja. (List bahasa bisa dilihat di sini). Namun bukan berarti Cloud Natural Language tidak mengerti konten-konten ber-Bahasa Indonesia. Mengapa bisa begitu? Saya akan membahasnya langsung di dalam SEO Confrence Indonesia yang pertama.

Bagaimana Cara Mengalahkan AI Google?

Tidak ada AI Google yang perlu dikalahkan atau ditaklukan. Dan perlu Anda ketahui, AI dan Machine Learning merupakan dua hal yang berbeda.

AI dan Machine Learning justru membuka peluang baru dimana para penulis yang kreatif memilik peluang yang jauh lebih besar untuk mendapatkan organic traffic dari SEO.

Selamat meng-optimasi dengan paradigma yang baru!

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.